6 Hal Yang Harus Diwaspadai Pemilik Mobil Matic

6 Hal Yang Harus Diwaspadai Pemilik Mobil Matic | Mobil-mobil dengan transmisi otomatis punya peranan tersendiri sebagai salah satu alternatif bagi para penggemar mobil untuk dipilih. Salah satunya adalah kemudahan dalam berkendara dan nyamannya mobil saat diajak berjalan-jalan.

Sayangnya, transmisi otomatis terkadang masih lekat identik dengan kerewelan dan kerepotan dalam maintenance. Lantaran sistemnya yang sudah elektronik murni, berbeda dengan sistem transmisi manual yang murni menggunakan sistem analog.

 Sebagai jalan pencegahan supaya mobil dengan transmisi otomatis tetap terjaga keawetan dan performanya, berikut 5 gejala kerusakan transmisi otomatis yang bisa diantisipasi sebelum ditangani lebih lanjut, mari disimak, Otolovers!
1. Pindah Gigi

Terkadang fenomena kerusakan gigi pada transmisi otomatis diawali dengan sesuatu yang amat remeh, seperti eksistensi sensasi ‘menyentak’ pada saat gigi dimasukkan di awal. Hal tersebut akan membuat mobil terasa seperti didorong seketika.

 Kerusakan elektronis dan mekanis jadi penyebab utamanya, dan bisa dideteksi menggunakan socket OBD pada engine scanner yang ada. Sentakan tersebut muncul karena selenoid pressure yang diakibatkan karena oli matik yang bocor. Sehingga oli tak mampu menampung perpindahan gigi pada rpm yang seharusnya, sehingga muncullah sentakan pada mobil tersebut.
2. Getaran

Mobil yang bergetar ada beberapa penyebab. Dua di antaranya adalah kendala mesin dan transmisi sendiri. Hal ini muncul karena kampas kopling yang sudah mulai aus dan terkadang hangus.

Hal ini menyebabkan permukaan dari kampas kopling jadi tidak merata, dikarenakan gesekan yang terjadi antara kampas kopling membuatnya jadi terkikir. Pada saat dikendarai, maka mobil akan terasa bergetar seperti efek ‘merinding’ pada manusia.

3. Gigi Tiga

Salah satu kendala identik yang juga muncul pada permasalah mobil matic adalah susahnya berpindah dari gigi tiga. Sebetulnya kendala tersebut masih tergolong normal, biasanya gejala susahnya berpindah dari gigi tiga disebut limp mode.

Limp mode sendiri merupakan suatu indikator. Biasanya mobil juga akan langsung memberitahu dengan ikon check engine yang menyala, menandakan supaya mobil segera harus dibawa ke bengkel supaya mendapat penanganan lebih lanjut.

4. Tidak Bisa Mundur

Saat gejala sudah mulai menjadi parah, mobil juga akan mulai rewel. Tidak bisa mundur adalah salah satu gejala yang terparah yang bisa dialami mobil dengan transmisi otomatis. Selain itu, hal tersebut akan membuat pengemudi jengkel pastinya.

Hal tersebut bisa diketahui saat melakukan ‘hack’ pada beberapa sensor, dan kemudian dicoba untuk berjalan mundur. Ketidakmampuan mobil untuk berjalan mundur sejatinya merupakan tanda bahwa sistem mekanis pada transmisi sedang mengalami masalah. Biasanya dikarenakan tuas gigi mundur yang rusak.

5. Tidak Bisa Pindah

Saat baru pertama kali mengendarai mobil matic, dan saat gejala ini muncul, nyaris bisa dipastikan bahwa pengemudi akan segera menjadi panik lantaran gigi tidak bisa dipindah. Hal tersebut akan otomatis membuat pengemudi jadi bingung seketika.

Terasa sangat membingungkan, meskipun sebenarnya kendala muncul pada sisi switch dari transmisi mobil tersebut. Switch yang rusak akan membuat gigi tidak bisa berpindah, dan akan membuat mobil jadi stuck di mode Parking.

6. Tuas Transmisi

Yang lebih menakutkan daripada tuas yang tidak bisa berpindah adalah bahwa tuas bisa dipindah, namun gigi tidak ikut pindah. Maka penghuni kabin terutama pengemudi akan jadi semakin panik lantaran masalah ini memang cukup membuat repot pemiliknya.

Biasanya gejala ini muncul akibat kabel yang ada di gearbox mengelupas atau bahkan putus sama sekali. Jadi efeknya, sekalipun tuas bisa bergeser, tapi gigi tidak akan berpindah lantaran lengan pada gearbox tidak ikut berpindah. (kpl/fjr)

Sumber

Posted in Tips Trik and tagged , , , , , , , , , , , , , , , .