Kenapa Fitur Hiburan Lebih Diminati Dibanding Fitur Keselamatan

Kenapa Fitur Hiburan Lebih Diminati Dibanding Fitur Keselamatan | Pembeli kendaraan roda empat, ternyata masih banyak yang lebih memilih fitur kesenangan, dibanding keselamatan. Ini dianggap jadi pilihan yang kurang rasional, tetapi kenyataan sekarang seperti itu, khususnya di wilayah Inggris.

Mengutip Carbuzz, Selasa (12/7/2017) dari hasil survey yang dilakukanAutocar terhadap 1.200 orang Inggris, hasil yang didapat yaitu, pilihan fitur keselamatan menempati urutan paling bawah. Ini menandakan kalau pengendara sendiri, tidak memprioritaskan keselamatan dirinya.

Dari kelebihan uang yang dimiliki untuk tambahan fitur, mereka cenderung memilih fitur konektivitas, yang memungkinkan ponsel pintar mereka terhubung ke mobil. Minat ini jauh lebih tinggi, dibanding fitur untuk memantau blind spot, atau peringatan batas kecepatan (speed limit warning).

Produsen saat ini juga semakin melengkapi fitur entertainment, di dalam kabin mobil mereka, seperti  Apple CarPlay dan Android Auto. Fitur ini diklaim bisa mempermudah pengemudi dalam mengakses ponsel pintar mereka. Padahal kenyataannya, fitur hiburan di dalam mobil merupakan pengganggu dalam berkendara, dan jadi salah satu penyebab kecelakaan.

Leih dari itu, beberapa produsen mobil juga sudah memiliki fiturautonomous atau self-driving, membuat pengemudi benar-benar bisa menikmati perjalanan dengan berbagai hiburan, tanpa harus sambil mengemudi.

Di Indonesia sendiri, dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009, pasal 283, setiap orang mengemudi dengan tidak wajar, dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan sehingga menggangu konsentrasi, akan dipidana dengan kurungan paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp 750.000.

Pilih baik-baik, hiburan atau keselamatan?

Sumber

Posted in News and tagged , , .