Kendala Suzuki Ertiga Diesel masuk Pasar Otomotif Indonesia

Kendala Suzuki Ertiga Diesel masuk Pasar Otomotif Indonesia | Sejak akhir 2014, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mulai melakukan pengujian 50.000 kilometer Ertiga bermesin diesel. Namun, sampai sekarang kendaraan multi guna bawah (Low Multi Purpose Vehicle/LMPV) tersebut, belum juga diluncurkan di pasar otomotif nasional.

Alasannya, selain proses pengujian masih berlangsung di jalanan umum, masalah kualitas Solar juga belum terjamin. Namun, kekhawatiran Suzuki ini sudah terobati, karena Pertamina sudsh memastikan akan meluncurkan varian Solar baru, Dexlite dengancetane number 51 atau di atas solar subsidi (48) dan di bawah Pertamina Dex (53).

Bagaimana perkembangannya apakah sudah punya nyali untuk menjualnya di Indonesia?

“Kami belum bisa memberikan informasi lebih lanjut, karena kami masih melakukan proses studi,” kata Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada KompasOtomotifmelalui pesan singkat, akhir pekan lalu.

Kendati demikian, menurut Donny, kualitas solar tidak hanya bicaracetane number, tetapi harus mengecek kandungan sulfur dan lain sebagainnya. Begitu juga dengan pengujian yang dilakukan pihak internal Suzuki sangat beragam prosesnya.

Sebelumnya, Donny pernah mengatakan, jika cetane number dan kandungan sulfur jenis solar di Indonesia sudah memenuhi persyaratan Suzuki, maka Ertiga versi mesin diesel sudah bisa dijual.

Pertamina Dexlite itu sendiri memiliki Cetane Number minimal 51 dan mengandung Sulfur maksimal 1200 part per million (PPM). Angka ini memang lebih rendah dibanding Pertamina Dex dengan cetane numberminim 53 dan kandungan sulfurnya di bawah 300 part per million (PPM), namun lebih baik dari solar 48 (solar subsidi).

Saat ini seluruh varian Suzuki Ertiga yang di pasarkan di Indonesia menggunakan mesin bensin KB14B DOHC 4-silinder 1.400cc, Variable Valve Timing (VVT), Di India, Ertiga tersedia mesin diesel turbo 1,3 liter pasokan dari Fiat.

Sumber

Posted in News and tagged , , , .