Komparasi Harga Perawatan Mobil Matik Dengan Transmisi Manual

Komparasi Harga Perawatan Mobil Matik Dengan Transmisi Manual | Jika anda menginginkan kenyamanyan yang maksimal namun dengan perawartan yang setandar, jangan mengharap. Dikarnakan nyaman itu mahal harganya. Prinsip demikian berlaku untuk semua pemilihan barang, terutaman jika anda ingin memilih mobil matik. Memang sebagaimana diketahui bahwa memakai mobil matik itu lebih enak, namun yang harus diperhatikan lagi yaitu bahwa selain lebih nyaman menggunakannya melainkan cukup menguras isi kantong.

Namun pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah. Terbukti jika transmisi matik sudah rusak, maka siapkan saja kantong dan dompet yang tebal untuk memperbaiki yang rusak tersebut. Jangan salah… kebanyajan orang yang sudah memiliki pengalaman memperbaiki yang rusak-rusak itu bisa mencapai belasan juta rupiah. Tapi jangan anggap itu sama dengan perawatan mobil jenis lainnya, karna hal itu berbeda dengan transmisi manual yang mini perawatan dan jarang rusak. Paling-paling mentok cuma mengganti kanfas kopling.

Namun menyikapi hal tersebut jangan dipandang dari satu sisi, dikarnakan suatu hal itu memiliki dua sisi, yaitu sisi negatif dan sisi positifnya. Sejatinya perawatan yang benar dan sesuai dengan prosedur pabrikan, serta pemakaian yang tidak melebihi batas maksimal, maka dijamin transmisi matik bisa berumur panjang. Bahkan bisa dijamin lebih awet dan lebih panjang umurnya jika dibandingkan dengan transmisi manual.

Jadi bagi pemilik mobil yang berjenis matik jangan terlalu khawatir, buang jauh-jauh kehawtiran tersebut. Serta jangan mengeluh pula jika biaya perawatan dan perbaikan mobil matik itu supermahal sampai membuat kangker/ kantong kering. Itu pendapat dari mereka yang awam atau dari mereka yang pernah ‘bermasalah’ dengan mobil matik.

Yang perlu diperhatikan adalah cara perawatannya, itu adalah kunci utama jika anda menginginkan mobil matik anda berumur panjang. Tapi yang sangat disayangkan kebanyakan pemilik mobil matik mengabaikan hal tersebut, bahkan meremehkan hal tersebut. Jika belum ada kerusakan yang fatal maka kerusakan yang sepele akan diabaikan, jika sudah memarah rata-rata baru menyadari kerusakan tersebut dan pasti kebingungan. Entah kopling selip, sama sekali tidak responsif, sampai mencium ada aroma terbakar saat mobil dikendarai.

 Padahal jika mereka lebih memperhatikannya sejak awal dan langsung menanganinya maka hal tersebut tidak akan terjadi pada mobil anda, memang kebenyakan alasan mereka adalah nanggung jika kerusakan tersebut belum besar. Padahal hal itu tidak benar. Perlu disadari bahwa perawatan itu tidak sulit dan tidak ribet jika itu belum terlalu parah. Cukup perhatikan volume oli dan disiplin mengganti oli matik secara berkala. Masalahnya ini yang sering tidak diperhatikan dan luput karena seringkali pemilik mobil merasa tidak ada masalah jika tidak mengganti oli mobil matik.

Sebenarnya jika melihat prosedur perawatan yang sesuai dengan rekomendasi pabrik, bahwa batas tempuh untuk penggantian oli pada mobil matik berkisaran 80-100ribu km. Bukan berarti harus menunggu samapai 100ribu km dulu tapi lebih bagus lagi jika sebelum menyentuk angka tersebut. Maka tidak ada salahnya jika diganti sebelum mencapai jarak tempuh itu. Alasannya, kinerja transmisi matik kerap disiksa dalam kondisi kemacetan.

Tidak perlu dikuras sampai kering jika memang kantong anda masih kosong, melainkan cukup ditambah saja dengan volume rata-rata 3 liter. Tapi semisal anda tidak menghiraukan masalah dana walau kantong kering tak ada salahnya dikuras oli transmisinya bila mendekati jarak tempuh 100 ribu km.

Pada dasarnya bahwa penggantian sejak awal itu adalah yang paling baik, dikarnakan semakin sering oli itu diganti maka semaik bagus. Tapi jika terlalu sering tidak baik juga, karna membuat kantong kosong atau boros. Cukup dengan penambahan oli matik saja bisa menghemat uang antara Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu dengan asumsi harga oli matik Rp 80 ribu/liter.
Jika perawatanya rutin dan normal dalam pemakaian serta tidak telat mengisi oli pada masanya, maka masalah di transmisi matik baru terjadi di saat jarak tempuhnya di atas 100ribu km atau mencapai 5 tahun pemakaian. Atau pada masa 5 tahun tersebut hanya melakukan perawatan ganti oli mobil matik saja.

Namun berbeda kasus jika sudah melebihi 100ribu km dimana ada kemungkinan mesti dilakukan overhaul atau turun transmisi, bisa mengeluarkan biaya 5jutaan. Jika dibandingkan antara mobil bertransisi manual dan matik hanya beda di angka 100ribuan, jika dipandang dalam harga perawatan dan sevis berkala serta ganti oli. Tapi jika dibandingka dengan kenyamanan dan keefisiensi bahan bakar, merik lebih unggul.

Sumber

Posted in Tips Trik and tagged , , .