Komparasi Suzuki Splash Dengan Nissan March

Komparasi Suzuki Splash Dengan Nissan March | Sebagai kontestan dengan dimensi paling jangkung di kelasnya, Suzuki Splash tampil dengan desain eksterior menarik dan trendy. Sebenarnya di Jepang dan Eropa, mobil ini dikategorikan sebagai wagon, namun dimensi dan kapasitas mesin membuat dirinya masuk sebagai compact car.

Jagoan Suzuki ini menawarkan tampilan bagai seorang atlet, dengan corporate image yang sekilas mirip dengan Suzuki Kizashi. Tak heran karena inilah desain global yang ditawarkan jajaran mobil Suzuki.

Begitu juga sektor buritan yang hadir dengan lampu menyerupai bumerang. Desain tersebut membuatnya terlihat dinamis. Tak lupa penggunaan pelek berukuran 15 inci jelas membuatnya tampil gagah

Di dalam, aura sporty lebih kental dengan kehadiran takometer yang terpisah dari panel instrumen lainnya. Instrumen ini ditempatkan di atas dasbor seperti mobil balap.

Sementara spidometer dan informasilainnya ditampilkan pada panel bulat berkelir putih di bawahnya. Memang dibutuhkan sedikit adaptasi bagi pengemudi baru, namun jelas menghadirkan kesan berbeda.

Fitur head unit yang disertakan cukup melegakan. Selain aux-in, unit ini dapat memainkan file MP3 dari USB flash drive, maupun iPod secara native. Tak jadi soal meski kualitas suaranya kurang menggembirakan, toh pembeli di kelas ini akan lebih menghargai kelengkapan fitur ketimbang kualitas suara yang tinggi.

Suzuki_Splash_Snow_230113-(
Sayangnya, penumpang kursi belakang akan merasa sedikit terganggu dengan ruang kaki yang sempit serta sandaran yang terlampau tegak. Dengan bagasi sebesar 178 liter, ruang yang tersedia lebih besar dibanding milik Chevrolet Spark, namun tetap lebih kecil dari Nissan March.

Semuanya berubah saat pengukuran dilakukan dengan kursi dilipat. Ruang barang yang tersedia mencapai 573 liter, membuatnya menjadi yang terbesar di kelasnya.

Namun kondisi ini sangat jarang terjadi. Karena rutinitas harian mobil-mobil ini lebih sering digunakan dengan kursi belakang terpasang sempurna dan bukan untuk membawa barang.

Sangat disayangkan Splash tidak memiliki wiper belakang. Padahal di negara tropis seperti Indonesia, peran wiper belakang amatlah penting di kala hujan melanda.

Perihal sensasi berkendara, Splash mampu melakukan dengan lebih baik dari Spark. Posisi mengemudinya memang terasa tinggi, namun tetap dalam taraf ideal dan tentu saja menuai visibilitas yang baik.

Jarak lingkar kemudi dan tuas transmisi yang dekat, memberikan kemudahan dalam mengoperasikan tuas transmisi. Hal ini dicapai berkat lokasi tuas yang menyatu dengan dasbor.

Suspensi Splash yang terasa lebih keras dibandingkan para rivalnya. Jelas sulit baginya memperoleh kenyamanan yang lebih baik dibanding Spark maupun March. Namun racikan ini justru memungkinkannya bermanuver lebih tajam dan fleksibel. Splash tetap gesit di perkotaan maupun di jalan bebas hambatan.

Torsi yang meledak-ledak di putaran 4.000 rpm begitu terasa walaupun sudah melaju hingga 140 km/jam. Sedikit saja koreksi pada pedal gas, memberikan dampak yang signifikan terhadap pertambahan kecepatan.

Mesin K12M yang digunakan mampu menciptakan 86 dk dengan torsi 113 Nm. Kombinasi tersebut menjadikan Splash paling bertenaga. Namun tetap saja catatan waktu yang dihasilkan kalah dari March. Dengan akselerasi0100 km/jam dalam 12,01 detik, Splash terpaut 0,2 detik di belakang mobil kompak milik Nissan tersebut.

Dengan segala yang dimiliki Splash, mungkinkah Small Hatchback Suzuki ini mempertahankan takhtanya di kelas ini?

Posted in News.