Logo ‘S’, Suzuki Beberkan Alasan

Logo ‘S’, Suzuki Beberkan Alasan | PT Indomobil Suzuki Sales (SIS) mengungkapkan pasar di Indonesia mulai percaya dengan merek mereka yang belogo huruf “S” ini. Penilaian itu berangkat dari riset tahun ini yang terus begerak dan menunjukkan perbaikan di sisi brand value. Catatan ini pun mendampingi kedigdayaan Ertiga sebagai salah satu produk laris di Indonesia.

“Berdasarkan riset 2014 ke 2015, brand value kami naik dari 93 ke 96. Artinya, logo Suzuki yang ditempel di kami makin realable. Saya enggak tahu brand lain survei kayak kami apa enggak. Tetapi kami terima kasih kepada Ertiga,” ujar Davy Tuilan, Direktur Pemasaran PT Indomobil Suzuki Sales (SIS).

Davy Tuilan lantas membeberkan sejumlah alasan mengapa brand value mereka meningkat. Ia menekankan bahwa hal itu bukan cuma karena pasar menyukai model-model yang dijual, melainkan juga karena sumber daya di Suzuki mulai berbenah.

“Bagaimana cara salesman menyapa kostumer, bagaimana cara salesman menjawab pertanyaan kostumer, bagaimana agar sales leasing bisa lebih cepat. Misalnya kita bikin express maintanance di bengkel-bengkel Suzuki, kita nambah 21 outlet di tahun 2014. Itu semua akumulasi jadi brand value, naik tiga kolom,” ujarnya.

Selain soal brand value, Suzuki pun mendapat “berkah” karena hanya mengalami penurunan penjualan 18 persen. Seperti diberitakan, persaingan di antara para produsen penjual low MPV kian ketat selepas munculnya Mobilio. Badai diskon pun muncul membuat tiap-tiap ATPM berebut pasar secara ketat. Suzuki, yang diklaim tidak terlalu mengumbar diskon, justru tetap survive bersama Ertiga.

Suzuki menyebut bahwa mereka yang mengandalkan Ertiga bisa hanya menghadapi penurunan raihan penjualan 18 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu, kompetitor, menurut dia, bisa 28 persen, 34 persen, bahkan 45 persen.

Sumber

Posted in News.