Meminimalisir Resiko Membeli Mobil Bekas

Dealer Mobil Suzuki Bandung | Tak selamanya kondisi finansial kita mampu mengakomodasi kebutuhan membeli mobil baru. Mobil bekas pun menjadi pilihannya. Namun membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian yang lebih dalam ketimbang membeli mobil baru.
Hal ini dikarenakan mobil bekas sudah digunakan dalam periode tertentu. Sehingga pada periode tertentu pula, beberapa komponen sudah aus. “Calon pembeli harus memahami betul seluruh kondisi sebelum melakukan pembelian mobil bekas,” ujar Andreas Freddy Pieloor, CFP, Ketua Independent Financial Planners Club.
Apalagi saat pembelian dilakukan dengan cara kredit atau leasing. Lengah di awal, maka ke depannya Anda akan membayar masalah demi masalah yang ‘terbawa’ bersama mobil bekas tersebut. Lalu apa saja langkah yang bisa ditempuh untuk meminimalkan risiko merugi di kemudian hari?

1. Pilih Lembaga Pembiayaan
Baik itu bank atau lembaga pembiayaan (leasing) keduanya memiliki plus-minus. Tapi apapun lembaga yang Anda pilih sebaiknya perhatikan kredibilitas lembaga tersebut. Perhatikan paket kredit yang mereka tawarkan. Seperti besar bunga, tetap atau tidak, serta berbagai kelebihan yang mereka tawarkan. Jangan menganggap remeh perusahaan pembiayaan sebab salah-salah mobil Anda bisa ditarik karena kelalaian ataupun kesalahan lembaga ini.
Lembaga pembiayaan yang profesional biasanya terkesan rumit dalam prosedur, namun memberikan berbagai jaminan terhadap mobil Anda ke depannya.

2. Keabsahan Surat-Surat
Memang memiliki mobil bekas yang dibeli dengan kredit membuat kita tak bisa memegang BPKB ataupun berkas kepemilikan kecuali STNK. Namun sebagai calon pembeli, Anda berhak melihat surat-surat kendaraan yang akan Anda beli. Pastikan keabsahannya dan jangan ragu untuk mengeceknya ke SAMSAT.
Jangan terkecoh pula dengan biaya kepemilikan yang murah dan cicilan yang ringan tapi dengan berbagai dalih lembaga kredit tak dapat menunjukkan dokumen kendaraan.

3. Kondisi Mobil
Tentu sudah umum melakukan pengecekan kondisi fisik eksterior mobil. Namun justru pengecekkan fisik paling mudah dan lebih cepat terasa kondisi sebenarnya adalah dengan duduk di kabin. “Jangan pernah membeli mobil bekas banjir,” tegas Fischer Lumbantoruan, General Manager Mobil88. Mobil bekas banjir biasanya menimbun banyak masalah. Periksa karat yang timbul di balik tutup rem parkir, tuas persneling, ataupun kolong jok. Menurut Fischer lokasi ini biasanya jarang diperhatikan atau terlewatkan oleh salon mobil yang nakal mengkondisikan mobil bekas banjir. Dari kondisi interior juga dapat ditemukan umur mobil yang sebenarnya, yakni melalui kondisi interiornya.

4. Coba dan Coba
Salah satu perbedaan membeli mobil dibanding membeli barang lainnya adalah Anda dapat mencoba barang yang akan Anda beli. Tak cuma untuk dikendarai sebentar, namun jika memungkinkan, coba berkali-kali untuk menemukan keabnormalan yang terdapat di mobil. Merupakan hal yang wajar untuk menemukan ketidaknormalan pada mobil bekas, laporkan pada penjual jika itu belum ada pada catatan kondisi mobil. Lebih baik bila Anda menemukan kejanggalan di awal dan batal membeli daripada membayar kerusakan setelah memiliki.

5. Usia Mobil
Semakin tuas usia mobil, tentu komponen yang melekat di mobil akan makin aus. Memang usia mobil ini tak sepenuhnya merepresentasikan kondisinya. Namun untuk meminimalkan risiko menemukan keausan atau malah kerusakan komponen setelah beli, sebaiknya membeli mobkas dengan usia mobil yang berusia 1-3 tahun. Selain masih berada dalam garansi, Anda masih memiliki waktu yang memadai untuk mengambil tenor dalam pengajuan kredit ke perusahaan leasing semisal 3 atau 4 tahun. Karena berbeda dengan mobil baru, pengajuan kredit mobkas memiliki batas tenor maksimal yang dihitung berdasarkan usia mobil ditambah periode hingga cicilan selesai.

Sumber

Posted in Tips Trik.