Mobil Kecil Akan Menjadi Primadona Pasca Kenaikan BBM

Dealer Mobil Suzuki Bandung | Harga bbm naik, mobil kecil lebih laris Presiden Joko Widodo memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi mulai hari Selasa ini. Harga bahan bakar premium kini menjadi Rp 8.500, sementara solar menjadi Rp 7.500. Kenaikan harga bahan bakar masing-masing sebesar Rp 2.000.

Terkait kondisi ini, penjualan mobil, khususnya kendaraan second, tentu terkena efeknya. Carmudi, sebagai salah satu jasa online pembelian mobil bekas dari dealer, melihat bahwa hal ini akan membuat tren penjualan mobil bergeser ke arah mobil-mobil bermesin kecil.

 “Saya pikir, yang akan laku adalah mobil-mobil bekas berkapasitas mesin kecil yang punya tingkat konsumsi bahan bakar rendah, apalah itu mobil seken lama atau mobil baru yang dijual lagi,” kata Wouter Van Der Kolk, Managing Director Carmudi Indonesia.

 Dengan melihat kondisi ini, ia berujar bahwa para penjual mobil sebenarnya bisa memanfaatkan momen tersebut sebagai peluang.

 “Ini juga menjadi peluang dealer mobil bekas online untuk lebih banyak menawarkan mobil-mobil second berkapasitas mesin kecil,” tambahnya.

 Ia menambahkan bahwa dampak ini tidak akan berlangsung lama. Sekalipun BBM berpengaruh pada pembelian berdasarkan kapasitas mesin, mobil-mobil bermesin besar dalam kondisi second pun sebenarnya masih punya pasar khusus. Hal ini bisa dilihat dari tingkat perekonomian Indonesia yang baik, terutama untuk kelas Asia.

Presiden Joko Widodo memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi mulai hari Selasa ini. Harga bahan bakar premium kini menjadi Rp 8.500, sementara solar menjadi Rp 7.500. Kenaikan harga bahan bakar masing-masing sebesar Rp 2.000.

Terkait kondisi ini, penjualan mobil, khususnya kendaraan second, tentu terkena efeknya. Carmudi, sebagai salah satu jasa online pembelian mobil bekas dari dealer, melihat bahwa hal ini akan membuat tren penjualan mobil bergeser ke arah mobil-mobil bermesin kecil.

 “Saya pikir, yang akan laku adalah mobil-mobil bekas berkapasitas mesin kecil yang punya tingkat konsumsi bahan bakar rendah, apalah itu mobil seken lama atau mobil baru yang dijual lagi,” kata Wouter Van Der Kolk, Managing Director Carmudi Indonesia.

Dengan melihat kondisi ini, ia berujar bahwa para penjual mobil sebenarnya bisa memanfaatkan momen tersebut sebagai peluang.

 “Ini juga menjadi peluang dealer mobil bekas online untuk lebih banyak menawarkan mobil-mobil second berkapasitas mesin kecil,” tambahnya.

 Ia menambahkan bahwa dampak ini tidak akan berlangsung lama. Sekalipun BBM berpengaruh pada pembelian berdasarkan kapasitas mesin, mobil-mobil bermesin besar dalam kondisi second pun sebenarnya masih punya pasar khusus. Hal ini bisa dilihat dari tingkat perekonomian Indonesia yang baik, terutama untuk kelas Asia.

Sumber

 

Posted in News.