Suzuki Splash Eksterior Interior Performa

Dealer Mobil Suzuki BandungSuzuki Splash Eksterior Interior PerformaSuzuki Splash dirancang dengan tingkat keselamatan tinggi, melalui penggunaan kerangka TESS Body (Total Effective Strength Structure), untuk melindungi penumpang dari benturan samping dan memberikan standar keselamatan yang lebih baik.

Desain lekukan tail lamp memanjang vertikal di kedua sisi dan menyatu dengan bodi, menimbulkan kesan yang mewah, namun mengingatkan kita pada lampu belakang SUV umumnya, seperti Nissan X-Trail dan Honda CR-V. Headlamp didominasi lampu kristal yang besar plus multireflektor sebagai pengarah sinar lampu.

Lagi-lagi, bentuk headlamp mengingatkan kita pada desain Suzuki lainya, yaitu Aerio, atau lampu depan Swift yang diperbesar. Meski begitu, lampu utama Splash ini dilengkapi fitur 5-leveling adjuster. Pengoprerian fitur ini cukup mudah, sebuah kenop ditempatkan di sisi kanan pengemudi dan Anda tingggal mengatur fokus penyinaran. Hebatnya, fitur ini tidak dimiliki oleh produk lain di kelasnya.

Pengaruh aura Suzuki Swift terasa kuat pada Splash. Bagaimana tidak, kedua mobil ini memang dibangun darai platform yang sama, dan memiliki ukuran yang tak jauh berbeda. Sekadar perbandingan, Splash memiliki panjang (3.715 mm) dan Swift (3.755 mm). Ukuran lebar Splash (1.680 mm) dan Swift (1.690 mm). Tinggi Splash (1.618 mm) dan Swift 1.510 mm). Adapun sumbu roda, Splash (2.360 mm) dan Swift (2.390mm). Kedua mobil sama-sama memiliki radius putar 4,7 m.

Namun, jika dibadingkan dengan rival dari city car lainya, Splash menjadi yang terpanjang, di mana Chevrolet Spark (3.640 mm) dan Hyundai i20 (3.565 mm). Splash juga unggul dalam lebar (1.680 mm) dan tinggi (1.618 mm) ketimbang Spark (1.597 mm dan 1.522 mm) serta Hyundai i10 (1.595 mm dan 1.540 mm). Namun, soal sumbu roda (wheelbase) Splash (2.360 mm) menjadi yang terpendek dibanding Spark (2.375 mm) dan i10 (2.380 mm).

Meski dirancang untuk kawula muda, toh Splash juga dibekali childproof door lock. Peranti ini memberikan keamanan ekstra bagi anak-anak. Cukup menggeser tombol dari free ke lock, pintu hanya bisa dibuka dari luar. Selain itu, Splash dilengkapi immobilizer dan alarm yang secara otomatis mencocokkan kode kunci saat mesin dihidupkan.

Suzuki menyediakan Splash dalam dua pilihan, yakni tipe Standar dan GL. Perbedaanya terdapat pada sistem audio, ban, velg, dan security alarm (pada tipe GL). Manufaktur berlogo “S” ini juga menyediakan paket aksesori resmi berlabel SGA (Suzuki Genuine Accessories). Di sini, konsumen dapat mempercantik Splash dalam dua model, Splash Spoty dan Splash Elegant.

Interior Suzuki Splash

Ruang dalam Splash dirancang lapang di bagian head room dan leg room. Dengan jarak di bagian belakang yakni 94 cm dan 52 cm, penumpang bisa merasakan kenyamanan berkendara. Sedangkan bagian depan memiliki leg room 44 cm dan 63 cm serta head room 98 cm. Splash memiliki kapasitas lima penumpang, dengan ruang bagasi yang cukup lega di kelasnya.

Dalam keadaan kursi belakang tegak, bagasi berkapasitas 213 liter dan saat kursi terlipat kapasitasnya naik menjadi 562 liter. Unit penyimpanan lainnya terdapat kantong di door trim untuk botol 500 ml. Kemudian ada cupholder di konsol lantai untuk botol 750 ml. Lalu ada laci di atas dashboard yang berguna untuk menyimpan buku dan benda kecil lain.

Desain jok sederhana dan rapih, menambah kesan lapang. Sayangnya, jok berbahan fabric ini tidak dilengkapi height adjuster, sehingga menyulitkan pengemudi meraih posisi yang ideal. Anda juga tidak akan menemukan rangkaian pengubah sudut kemudi (tilt steering), sementara kaca spion juga masih dioperasikan secara manual. Meski begitu, potongan kaca depan yang relatif lebar memberikan kualitas pandangan yang memuaskan.

Secara garis besar, interior Splash dipengaruhi oleh Mini Cooper. Retro tachometer yang terpisah dari speedometer terlihat sangat mencolok. Gear shift dibuat menyatu dengan center console, dibalut aksen silver guna memperkuat citra sporty. Paduan warna hitam-silver dan petunjuk bahan bakar model digital (fuel bar), kian memperkuat aksen retro.

Sayangnya, bentuk kontrol panel AC dengan sistem putar yang sedehana sedikit mencederai desain dashboard keseluruhan. Konsep desain ini terasa berseberangan dengan head unit canggih yang memiliki ragam fitur seperti CD player, MP3, koneksi USB, dan aux-in iPod

Eksterior Suzuki Splash

Di bawah kap mesin tersimpan mesin bermaterial aluminium, berkode K12M, 4-silinder, 1.197 cc, DOHC, yang juga akan digunakan oleh mobil konsep Suzuki R3 (MPV 7-seater yang diprediksi akan dipasarkan di Indonesia). Mesin seri K ini meletupkan tenaga 85 hp dan torsi 113 Nm yang ditransfer via transmisi manual 5-speed ke kedua roda depan.

Suzuki menerapkan teknologi drive-by-wire dan sistem sensor ECM (electronics control module) untuk menghasilkan kinerja mesin yang lebih akurat dan responsif. Perpaduan keduanya juga mampu memberi pengaturan bukaan katup dari pedal gas yang lebih akurat, tenaga lebih optimal, bahan bakar yang lebih hemat, dan emisi CO2 yang rendah.

Untuk saat ini, Splash baru dibekali satu jenis transmisi, yaitu 5-speed manual. Dititik dari komposisi antar gear, Splash punya tarikan awal yang kuat (rasio gear 1st 3,545) dan cukup baik di kecepatan menengah (rasio gear 2nd 1,904, 3rd 1,280, dan 4th 0,914) di mana kita lihat bahwa penurunan angka rasio masih dibawah satu digit.

Saat uji akselerasi, Splash mencatat 0-100 kpj dalam 14,3 detik dan akselerasi 0-402 meter dalam 19,4 detik di kecepatan 104,7 kpj. Untuk akselerasi menengah atau akselerasi yang dibutuhkan saat menyalip (overtaking), 60-80 kpj, Splash mencatat 3,3 detik dan akleserasi 80-100 kpj, tercatat 5,2 detik. Torehan akselerasi ini terbilang cukup memuaskan untuk sebuah city car.

Semua varian belum menggunkan ABS dan EBD. Meski begitu, penghenti laju dipercayakan pada cakram berventilasi untuk bagian depan dan teromol dibagian belakang. Hasilnya, pengereman 80-0 kpj, Splash sanggup berhenti dalam 2,5 detik dengan jarak 26,6 meter.

Sumber

Posted in News and tagged .